Spiritual Transformation and Emotional Healing: Sufism as an Islamic Psychotherapy

Penulis

  • Winda Nopriani Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang
  • Rastiana Rastiana Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang
  • Asri Karolina Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

DOI:

https://doi.org/10.51903/68frx821

Kata Kunci:

Tasawuf, Psikoterapi Islam, Tazkiyah Al-Nafs, Penyembuhan Emosional, Mindfulness

Abstrak

Tasawuf, sebagai dimensi mistik dalam Islam, memberikan kerangka yang komprehensif untuk memahami psikologi manusia serta memajukan kesejahteraan emosional dan spiritual. Studi ini menelaah tasawuf sebagai bentuk psikoterapi Islam yang mengintegrasikan transformasi spiritual (tazkiyah al-nafs) dengan penyembuhan emosional. Berakar pada konsep-konsep Qur’ani tentang diri (nafs), hati (qalb), dan ruh (ruh), psikologi tasawuf memandang manusia sebagai makhluk multidimensional yang penderitaannya bersumber dari ketidakseimbangan spiritual, bukan semata-mata disfungsi psikologis. Melalui penyucian diri dan dzikir kepada Allah (dhikr), individu menempuh perjalanan transformatif menuju keharmonisan batin dan kedekatan dengan Tuhan. Dengan menelaah literatur klasik tasawuf terutama karya Al-Ghazali, Rumi, dan Ibn Arabi serta teori terapi kontemporer, penelitian ini mengidentifikasi kesamaan antara praktik spiritual sufi dan metode psikologis modern. Teknik seperti muraqabah (kesadaran penuh), muhasabah (evaluasi diri), dan dhikr (pengulangan meditatif) memiliki kemiripan dengan praktik mindfulness, restrukturisasi kognitif, dan regulasi emosi dalam psikoterapi. Namun, tasawuf melampaui model terapi sekuler dengan menyoroti dimensi metafisik dari penderitaan manusia dan menekankan tujuan akhir yaitu transendensi diri. Penelitian ini berargumen bahwa tasawuf dapat berfungsi sebagai pendekatan psikospiritual integratif yang menyelaraskan iman, emosi, dan akal. Dari perspektif sufi, penderitaan emosional bukanlah patologi yang harus dihapuskan, melainkan tanda keterputusan dari esensi ilahi manusia. Penyembuhan, dengan demikian, melibatkan kebangkitan hati dan pemulihan hubungan dengan Tuhan. Dalam dunia modern yang ditandai oleh keterasingan dan kekosongan batin, jalan sufi menawarkan model psikoterapi yang berlandaskan spiritualitas, yang mendorong penyembuhan holistik, kesadaran diri, dan keutuhan manusian.

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Referensi

Abdullah, A. (2024). Developing Islamic Values-Based Therapy: An Integrative Model. Journal of Muslim Mental Health, 12(1), 14–30.

Al-Attas, S. M. N. (2022). Prolegomena to the Metaphysics of Islam: An Exposition of the Fundamental Elements of the Worldview of Islam. ISTAC.

Al-Ghazali, A. H. (2022). Ihya’ Ulum al-Din (edisi revi). Dar al-Fikr.

Algar, H. (2006). The Path of God’s Bondsmen from Origin to Return. Kazi Publications.

Alvi, S. (2022). Spiritual Reflection and Emotional Stability among Practicing Muslims. International Journal of Islamic Psychology, 8(1), 55–68.

Azizah, H. F., & Karim, M. Y. (2024). The Effectiveness of Dhikr Therapy in Reducing Anxiety among Muslim Adults. Journal of Islamic Mental Health, 10(1), 33–48.

Chittick, W. C. (1989). The Sufi Path of Knowledge: Ibn al-ʿArabi’s Metaphysics of Imagination. SUNY Press.

Corey, G. (2023). Theory and Practice of Counseling and Psychotherapy (11th ed.). Cengage Learning.

Faruque, M. U. (2021). Sufi Spirituality and Psychology: A Hermeneutic Reading. Routledge.

Helminski, K. (1992). The Knowing Heart: A Sufi Path of Transformation. Shambhala.

Irham, M. I., & Iqbal, M. (2023). Spiritual Consciousness and Healing in Islamic Psychotherapy. International Journal of Islamic Psychology, 12(1), 77–89.

Kabat-Zinn, J. (2012). Mindfulness for Beginners. Sounds True.

Khofifah, S. (2024). Sufistic Concepts of Ma’rifah and Mahabbah in Emotional Healing. Journal of Islamic Spiritual Studies, 5(2), 95–108.

Maslow, A. H. (2021). Toward a Psychology of Being (Reprint Ed). Start Publishing.

Mursalin, H. (2024). The Therapeutic Effects of Dhikr and Muraqabah in Islamic Psychology. Journal of Islamic Mental Health, 18(2), 45–60.

Nasr, S. H. (2020). Islamic Spirituality and the Crisis of the Modern World. Islamic Book Trust.

Pargament, K. I. (2007). Spiritually Integrated Psychotherapy: Understanding and Addressing the Sacred. Guilford Press.

Putra, R. B. S. A., Ghozali, & Hawadi, L. F. (2024). Sufistic Approaches in Mental Health: The Role of Qalb and Ruh in Islamic Psychotherapy. Journal of Religious Psychology, 7(1), 22–38.

Rahman, F. A. (2023). Integrative Islamic Psychotherapy in the Postmodern Era. Journal of Islamic Studies and Psychology, 3(4), 150–165.

Rogers, C. (1995). A Way of Being. Houghton Mifflin.

Rumi, J. al-D. (2006). The Masnavi: Book One. Translated by Jawīd Mojaddedi. Oxford University Press.

Schimmel, A. (1975). Mystical Dimensions of Islam. The University of North Carolina Press.

Sharma, S. P., et al. (2023). Neuropsychological Correlates of Repetitive Prayer: EEG Alpha Patterns in Meditation and Dhikr. Frontiers in Psychology, 14, 118–127.

Ulviana, S. (2023). Islamic Psychotherapy: Integrating Spiritual Values into Mental Health Practices. Indonesian Journal of Psychology, 9(3), 110–125.

Utz, A. (2011). Psychology from the Islamic Perspective. International Islamic Publishing House.

Yusuf, H. (2023). Self-Reflection and Spiritual Healing in Islamic Counseling. Journal of Religious Psychology, 5(2), 71–84.

Unduhan

Diterbitkan

2025-12-14

Terbitan

Bagian

Articles

Cara Mengutip

Spiritual Transformation and Emotional Healing: Sufism as an Islamic Psychotherapy. (2025). Seminar Nasional Teknologi Dan Multidisiplin Ilmu (SEMNASTEKMU), 5(1), 684-692. https://doi.org/10.51903/68frx821

Artikel Serupa

11-20 dari 154

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.