Perbandingan Metode Eksperimen dan Konvensional terhadap Rasa Ingin Tahu serta PemahamanKonsep Siswa Kelas XI
DOI:
https://doi.org/10.51903/n2at3t30Kata Kunci:
Metode Eksperimen, Metode Konvensional, Rasa Ingin Tahu, Pemahaman Konsep.Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas metode eksperimen dan metode konvensional terhadap sikap rasa ingin tahu serta peningkatan pemahaman konsep fisika peserta didik pada materi massa jenis dan tekanan hidrostatis. Penelitian menggunakan desain quasi experiment dengan dua kelas, yaitu kelas eksperimen yang mendapatkan pembelajaran berbasis eksperimen dan kelas kontrol yang menerima pembelajaran konvensional. Peningkatan pemahaman konsep dianalisis melalui skor pretest dan posttest dengan perhitungan N-Gain. Sikap rasa ingin tahu diukur melalui angket setelah pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai N-Gain kelas eksperimen berada pada kategori lebih tinggi dibandingkan kelas konvensional. Selain itu, sikap rasa ingin tahu peserta didik pada kelas eksperimen juga lebih baik. Dengan demikian, metode eksperimen lebih efektif dalam meningkatkan rasa ingin tahu dan pemahaman konsep fisika dibandingkan metode konvensional.
Unduhan
Referensi
Arends, R. (2012). Learning to teach (9th ed.). McGraw-Hill.
Aulia, R., & Hartono, D. (2023). Analisis motivasi dan hasil belajar fisika dengan metode konvensional. Jurnal Pendidikan Fisika, 11(2), 145–154.
Djamarah, S. B., & Zain, A. (2010). Strategi belajar mengajar. Rineka Cipta.
Hamdani, G., & Yuliani, N. (2021). Penalaran ilmiah siswa melalui pembelajaran fisika: Tantangan dan solusi. Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika, 5(1), 23–32.
Hidayat, T., Rosi, M., & Syahputra, A. (2022). Pengaruh model eksperimen terhadap sikap ilmiah siswa. Jurnal Sains & Edukasi, 10(2), 112–119.
Hosnan, M. (2018). Penerapan pembelajaran berbasis eksperimen untuk meningkatkan berpikir kritis dan sikap ilmiah siswa. Jurnal Pendidikan IPA, 6(1), 54–63.
Kurniawan, W., et al. (2020). Faktor penyebab rendahnya minat belajar siswa fisika di sekolah menengah. Jurnal Edukasi Fisika, 8(3), 199–208.
Lestari, R. (2019). Analisis miskonsepsi siswa pada tekanan fluida. Jurnal Pendidikan Fisika, 7(2), 55–62.
Nugroho, Y., et al. (2020). Kendala dalam pembelajaran fisika terkait pemahaman konsep siswa. Jurnal Riset Pendidikan, 12(4), 301–315.
Nuvitalia, D., Mulyani, S., & Yulianti, D. (2016). Pengembangan instrumen sikap ilmiah siswa dalam pembelajaran IPA di sekolah menengah pertama. Jurnal Penelitian dan Pembelajaran IPA, 2(2), 85–96.
Pratiwi, Y., & Daud, M. (2020). Kesulitan siswa dalam memahami tekanan hidrostatis.
Edutech Journal, 6(1), 33–40.
Putri, S., & Kurniawan, W. (2020). Eksperimen dan pemahaman konsep fisika siswa.
Journal of Science Learning, 9(4), 255–263.
Rahmawati, D., et al. (2021). Pentingnya pelibatan siswa dalam aktivitas ilmiah terhadap hasil belajar fisika. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran, 14(2), 78–87.
Sagala, S. (2016). Konsep dan makna pembelajaran. Alfabeta.
Sani, R. (2019). Rasa ingin tahu dan motivasi belajar siswa dalam pembelajaran IPA.
Jurnal Pendidikan Dasar, 3(2), 44–53.
Satriani, S., Firmansyah, D., & Yusuf, A. (2022). Pengaruh metode eksperimen terhadap pemahaman konsep fisika. Jurnal Pendidikan Sains, 10(3), 210–218.
Setiawan, A., & Laksana, B. (2022). Miskonsepsi konsep fluida statis pada siswa SMA: Sebuah analisis. Jurnal Fisika Indonesia, 15(1), 23–35.
Susanti, E., & Wibowo, H. (2022). Efektivitas pembelajaran berbasis aktivitas terhadap pemahaman konsep IPA. Jurnal Pendidikan dan Pengajaran, 17(1), 67–75.
Sundari, T., & Hakim, M. (2022). Hubungan rasa ingin tahu dengan hasil belajar fisika.
Jurnal Kajian Pendidikan, 9(3), 120–128.
Teacher-Directed Versus Inquiry-Based Science Instruction: Investigating Links to Adolescent Students’ Science Dispositions Across 66 Countries. (2020). International Journal of Science Education, 42(4), 1-20. (PDF Anda)
Trianto. (2017). Mendesain model pembelajaran inovatif-progresif. Kencana.
Wilcox, B. R., & Lewandowski, H. J. (2016). Open‐ended versus guided laboratory activities: Impact on students’ beliefs about experimental physics. Physical Review Physics Education Research, 12(2), 020132.
https://doi.org/10.1103/PhysRevPhysEducRes.12.020132
Wulandari, D. (2017). Praktikum dan peningkatan rasa ingin tahu siswa fisika. Jurnal Pendidikan IPA, 4(3), 140–149.
Wulandari, D. (2018). Peran praktikum dalam menumbuhkan sikap ilmiah siswa. Jurnal Pendidikan IPA, 5(2), 98–107.
Yoldan, L. D. P., Cuizon, C. A., Biñas, C. A., Nemeño, A. C., Deloria, J. B. M., Ejercito,
F. J., & Saldivar, J. M. N. (2025). Drivers of laboratory instruction in science education. Psychology and Education: A Multidisciplinary Journal, 38(2), 176– 189.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Seminar Nasional Teknologi dan Multidisiplin Ilmu (SEMNASTEKMU)

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.