Humanity and the Self: Sufi Approaches to Psychological and Spiritual Healing in Islam
DOI:
https://doi.org/10.51903/zavdej95Kata Kunci:
Tasawuf, Psikoterapi Islam, Penyembuhan Spiritual, Kemanusiaan, Tazkiyat Al-NafsAbstrak
Penelitian ini mengkaji keterkaitan antara konsep kemanusiaan dan diri dalam pemikiran tasawuf sebagai kerangka psikologis dan spiritual yang terintegrasi untuk penyembuhan dalam Islam. Dalam konteks modern, manusia sering mengalami fragmentasi eksistensial yang ditandai oleh kekosongan batin, kecemasan, dan kehilangan orientasi spiritual. Psikologi modern, meskipun menawarkan metode ilmiah untuk pemulihan emosional, sering kali mengabaikan dimensi transendental dari eksistensi manusia. Tasawuf, sebagai dimensi spiritual Islam, memberikan pendekatan holistik yang mengintegrasikan aspek psikologis, etis, dan spiritual dalam perkembangan manusia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif-deskriptif dengan pendekatan studi pustaka, menelaah teks-teks klasik dan kontemporer sufistik, khususnya karya Al-Ghazali, Rumi, dan Ibn ‘Arabi. Para tokoh tersebut memaknai penyembuhan sebagai proses tazkiyat al-nafs (penyucian jiwa), muraqabah (kesadaran spiritual), dan mahabbah (cinta ilahi), yang bersama-sama menuntun individu menuju transformasi diri dan penyatuan dengan Tuhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyembuhan dalam tasawuf berakar pada proses penyucian ego (nafs al-ammārah), pengembangan kesadaran spiritual, serta penyesuaian diri dengan sifat-sifat ketuhanan. Proses ini memulihkan keharmonisan batin dan meningkatkan kesejahteraan psikologis melalui kepasrahan, dzikir, dan cinta kepada Allah. Berbeda dengan psikoterapi sekuler yang berfokus pada pengaturan perilaku dan emosi, model sufi menekankan dimensi metafisik dari eksistensi manusia, memandang penderitaan sebagai sarana penyucian spiritual, bukan sekadar gangguan psikologis. Dengan demikian, tasawuf menawarkan paradigma penyembuhan yang dinamis dengan menjembatani psikologi, teologi, dan mistisisme. Tasawuf menafsirkan kembali makna kesehatan, bukan hanya sebagai ketiadaan penderitaan, tetapi sebagai realisasi potensi jiwa untuk memantulkan keindahan dan kasih sayang ilahi. Pada akhirnya, penelitian ini menyimpulkan bahwa pendekatan sufi terhadap penyembuhan menghadirkan kerangka abadi yang mengintegrasikan dimensi moral, emosional, dan spiritual manusia, serta menawarkan jalan alternatif menuju kedamaian batin (sukūn al-qalb) dan realisasi diri sejati dalam hubungan dengan Tuhan.
Unduhan
Referensi
Al-Ghazali. (2018). Ihya’ Ulum al-Din [The Revival of the Religious Sciences]. Beirut: Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah.
Aminrazavi, M. (2017). Sufism and the Concept of the Self in Islamic Philosophy. Routledge.
Armstrong, K. (2020). The Great Transformation: The Beginning of Our Religious Traditions. Vintage.
Bagir, Z. A. (2019). Spiritualitas Islam dan Tantangan Modernitas. Yogyakarta: CRCS UGM.
Burckhardt, T. (2018). An Introduction to Sufi Doctrine. World Wisdom.
Creswell, J. W. (2018). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches. Thousand Oaks, CA: Sage Publications.
Chittick, W. C. (2020). The Sufi Path of Knowledge: Ibn al-‘Arabi’s Metaphysics of Imagination. Albany: State University of New York Press.
Ernst, C. W. (2020). Sufism: An Introduction to the Mystical Tradition of Islam. Shambhala Publications.
Fadhl, K. A. (2019). Islam and the Challenge of Human Rights. Oxford University Press.
Gadamer, H.-G. (2004). Truth and Method. London: Continuum.
Geels, A. (2018). Subud and the Javanese Mystical Tradition: The Psychology of Ecstasy. Curzon Press.
Haque, A. (2021). Psychology from an Islamic Perspective: Contributions of Early Muslim Scholars and Challenges to Contemporary Muslim Psychologists. Journal of Religion and Health, 60(3), 1850–1871.
Krippendorff, K. (2018). Content Analysis: An Introduction to Its Methodology. Thousand Oaks, CA: Sage Publications.
Moleong, L. J. (2019). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Nasr, S. H. (2021). The Garden of Truth: The Vision and Promise of Sufism, Islam’s Mystical Tradition. New York: HarperOne.
Rahman, F. (2022). Islamic Spiritual Psychology and the Healing of the Self. London: Routledge.
Rumi, J. (2015). Fihi Ma Fihi (It Is What It Is): The Discourses of Rumi. Translated by A. J. Arberry. London: Octagon Press.
Schimmel, A. (2019). Mystical Dimensions of Islam. Chapel Hill: University of North Carolina Press.
Shah-Kazemi, R. (2020). The Spirit of Tolerance in Islam. London: I.B. Tauris.
Sells, M. A. (2019). Early Islamic Mysticism: Sufi, Qur’an, Miraj, Poetic, and Theological Writings. Paulist Press.
Smith, J. I. (2020). Islam in America: Exploring the Sufi Dimensions. Columbia University Press.
Trimingham, J. S. (2018). The Sufi Orders in Islam. Oxford University Press.
Yunasril, A. (2021). Tasawuf dan Kesehatan Mental: Integrasi Spiritualitas dan Psikoterapi Islam. Jakarta: Prenadamedia Group.
Zahra, A. (2021). Psycho-Spiritual Dimensions in Islamic Mysticism: A Comparative Analysis with Transpersonal Psychology. Journal of Islamic Studies and Humanities, 12(2), 55–74.
Zohar, D., & Marshall, I. (2020). SQ: Spiritual Intelligence—The Ultimate Intelligence. London: Bloomsbury Publishing.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Seminar Nasional Teknologi dan Multidisiplin Ilmu (SEMNASTEKMU)

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.