From Ego to Essence: The Intersection of Sufi Mysticism and Psychotherapy in Islamic Thought

Authors

  • Naila Putri Imani Universitas Islam Negeri Raden Fatah
  • Iqbal Ramdhani Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang
  • Yuniar Yuniar Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

DOI:

https://doi.org/10.51903/037dq182

Keywords:

Tasawuf, psikoterapi, transendensi diri, penyembuhan spiritual

Abstract

Artikel ini mengkaji secara mendalam persinggungan antara mistisisme Sufi dan psikoterapi dalam kerangka pemikiran intelektual dan spiritual Islam. Kajian ini berupaya menelusuri bagaimana konsepsi Sufi tentang jiwa manusia, dengan berbagai tahap penyucian dan transformasinya, memiliki kesetaraan dan saling melengkapi dengan proses psikoterapi yang berorientasi pada penyembuhan, pengetahuan diri, dan integrasi kepribadian. Inti dari spiritualitas Sufi adalah perjalanan dari ego (nafs) menuju esensi (ruh), di mana individu berupaya melampaui nafsu dan keterikatan duniawi untuk mencapai kesatuan ilahi serta kedamaian batin. Demikian pula, psikoterapi dalam bentuk modern dan integratifnya bertujuan membebaskan individu dari fragmentasi psikologis dan konflik bawah sadar, serta menuntunnya menuju keotentikan dan keseimbangan emosional. Secara metodologis, penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan hermeneutik dengan melakukan analisis tekstual dan konseptual terhadap karya-karya klasik tokoh-tokoh Sufi seperti al-Ghazali, Rumi, dan Ibn ‘Arabi, serta membandingkannya dengan kerangka psikologi kontemporer, termasuk psikologi humanistik dan transpersonal. Melalui kajian komparatif ini, penelitian menemukan sejumlah konsep yang beririsan, seperti kesadaran diri (muraqabah), perhatian penuh atau mindfulness (dhikr), katarsis atau penyucian jiwa (tazkiyah al-nafs), serta peran terapeutik cinta dan kepasrahan (mahabba dan fana’). Titik temu tersebut menunjukkan bahwa baik tasawuf maupun psikoterapi sama-sama menekankan pentingnya transendensi diri sebagai jalan menuju penyembuhan dan keutuhan batin. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mistisisme Sufi tidak hanya memberikan dasar metafisik, tetapi juga menawarkan psikologi praktis tentang diri yang dapat memperkaya wacana terapi modern. Dengan mengintegrasikan praktik kontemplatif dan transformasi etis dengan wawasan psikologis, muncul suatu model penyembuhan holistik yang memandang manusia sebagai entitas spiritual sekaligus psikologis. Pada akhirnya, sintesis ini berkontribusi pada pengembangan paradigma psikoterapi Islam yang memadukan dimensi sakral dan ilmiah, serta menawarkan perspektif baru tentang kesehatan mental dan pertumbuhan spiritual di dunia Muslim modern. 

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abdullah, A. (2024). Integrating Faith and Psychology: The Role of Sufi Epistemology in Islamic Counseling. Contemporary Islamic Psychology Review.

Al-Ghazali. (2002). The Alchemy of Happiness (K. Helminski, Trans.). Threshold Books.

Al-Ghazali. (2015). Ihya’ ‘Ulum al-Din [The Revival of the Religious Sciences]. Dar al-Kotob al-Ilmiyyah.

Badri, M. (2018). Contemplation: An Islamic Psychospiritual Study. International Institute of Islamic Thought.

Coppens, C. (2021). Mysticism and the Mind: The Interplay of Spiritual Experience and Psychological Growth. Routledge.

Frankl, V. E. (2006). Man’s Search for Meaning. Beacon Press.

Haque, A., & Khan, F. (2022). Islamic psychology: Reimagining mental health through faith-based paradigms. Journal of Religion and Health, 61(3), 2104–2120.

Ibn ‘Arabi. (1980). Futuhat al-Makkiyyah [The Meccan Revelations]. Dar Sadir.

Ibn ‘Arabi. (2004). The Bezels of Wisdom (R. W. J. Austin, Trans.). Paulist Press.

James, W. (1985). The Varieties of Religious Experience. Penguin Classics.

Jung, C. G. (1964). Man and His Symbols. Doubleday.

Koenig, H. G. (2012). Religion, spirituality, and health: The research and clinical implications. ISRN Psychiatry, 2012, 1–33.

Maslow, A. H. (1971). The Farther Reaches of Human Nature. Viking Press.

Nasr, S. H. (2007). The Garden of Truth: The Vision and Promise of Sufism, Islam’s Mystical Tradition. HarperOne.

Rahman, A. F. (2023). Reconsidering Sufism in contemporary mental health: Toward an integrative Islamic therapy. International Journal of Religion and Mental Health, 12(2), 98–114.

Rogers, C. R. (1980). A Way of Being. Houghton Mifflin.

Rumi, J. (2004). The Masnavi, Book One (J. Mojaddedi, Trans.). Oxford University Press.

Schimmel, A. (2011). Mystical Dimensions of Islam. University of North Carolina Press.

Sells, M. (1996). Early Islamic Mysticism: Sufi, Qur’anic, and Theological Writings. Paulist Press.

Smith, J. I. (2015). Islam in America: Exploring the Intersection of Faith, Culture, and Psychology. Columbia University Press.

Subandi, M. A. (2019). Islamic spirituality and mental health: A psychological perspective. Psychological Studies, 64(2), 243–252.

Vaughan, F. (1986). The Inward Arc: Healing in Psychotherapy and Spirituality. Shambhala Publications.

Walbridge, J. (2021). The Wisdom of the Mystic East: Sufism and the Problem of Religious Diversity. State University of New York Press.

Watts, A. (1995). The Taboo Against Knowing Who You Are. Vintage Books.

Zahavi, D. (2019). Self and Other: Exploring Subjectivity, Empathy, and Shame. Oxford University Press.

Published

2025-12-30

Issue

Section

Articles

How to Cite

From Ego to Essence: The Intersection of Sufi Mysticism and Psychotherapy in Islamic Thought. (2025). Seminar Nasional Teknologi Dan Multidisiplin Ilmu (SEMNASTEKMU), 5(1), 812-821. https://doi.org/10.51903/037dq182

Similar Articles

1-10 of 14

You may also start an advanced similarity search for this article.